artist

soon to be found
Ad 2:
2020-10-07 15:44:08 (UTC)

Leherku masih tegang. jujur ..

Leherku masih tegang. jujur gak bisa tidur lg. duri dakam daging, skit hati lagi lagi, terlebih, usiaku skg, masa masih saja hrs mengalami pertengkaran, dimaki ortu, dibentak, hanya karena aku ingin memiliki kemauanku, yg notabene tidak merugikan dia dan siapapun. Aku tdk habis pikir, dan memang tdk semua orgtua itu mulia.
dia yg selalu bilang dan melabeliku durhaka, bisa benar2 durhaka lama2. aku tidak betah. aku ingin prgi. melihat dia di rumah, bukannya aku ingin quality time, aku merasa satu rumah dengan macan.
sudah lelah, sudah tdk mau berusaha lg, yg sudah2 pun tdk membuahkan hasil. kamu kira aku tdk pernah berusaha utk kita berdua? saya sampai berdarah2. sampai habis kebahagiaanku, memikirkan apa yg bs kuperbuat utk hubungan anak dan ortu ini setiap hari. aku tidak melebih2kan. aku benar2 dibuat stress, depresi, self harming, dan hampir bunuh diri sampai 2x. puncaknya tahun kemarin, ketika aku diputuskan pacar LDRku. bahkan aku tdk tahu aku hrs apa, serasa makin hampa saja hidupku.
ketika aku blg aku ingin sekali membunuh diriku, disaat ibuku melancarkan tabiatnya merendahkanku, alih2 ingin dia mengerti apa yg terjadi pada jiwaku selama ini, kau tau apa responnya ? "knp tdk jadikan saja, kamu mati?" seolah2 aku dramatisir, seolah2 pembicaraan ini tidak penting dan sekedar omong kosong.
Setelah kejadian itu aku menangis tiada henti. tak habis pikir, lagi2, dgn apa yg ia bicarakan.
sudah berkali2 dia mengadu pada pamannya, yg dituakan, dan bilang bahwa aku anak yg tdk tahu diri dan durhaka. org2 tdk tahu apa yg terjadi sebenarnya. jika ada kamera tersembunyi disegala sisi, bisa kurekam apa yg terjadi diam2 yg dia lakukan.
seringkali aku mendapati dirinya memanggilku dgn sebutan ejekkan krn bentuk fisikku setelah kecelakaan, bibirku membesar dibagian bawah, seumur hidup. dia tdk tau selama ini apa yg kuhadapi sehari2, bgmn menjadi percaya diri dgn keadaanku yg tdk sama.
tp dia tdk memikirkannya dan mengejekku dgn sebutan si dower/si jeding, ketika ia marah atau sesederhana aku tdk datang cepat ketika ia panggil.
begitu tdk memiliki arti dan harga diri aku dimatanya. ia membicarakanku di grup keluarga dan memposisikan dirinya sebgai korban, dan di grup tsb tidak ada aku. aku sudah lelah. aku leave grup krn dia selalu menyindirku utk harus nurut apa kata ortu, alih2 jk tidak aku ini durhaka.
seringkali aku bermimpi melihat ibuku mencaciku dan aku menangis menjadi2 ketika bangun, atau ada perasaan ingin membunuh ibuku ketika dalam mimpi. ini gila. gila.
aku sering memafaatkan online counseling atau chat dengan org anonimusly, tdk byk org paham dan menganggap ini biasa
aku memanfaatkan free trial online terapis dr luar negeri supaya aku bs leluasa menceritakan apa yg trjadi. aku ingin bahagia lg. kukira ada yg bisa menolong. mungkin sudah ratusan org yg ku chat, dan ini pengalamanku: tdk semua terapis atau psikolog berbayar maupun free itu paham dgn kondisi kita. twrlebih narsistik abuse. sulit kalo terapisnya bukan korban narsistik
dan memang perlu banyak trial untuk terapi.
tp saat ini aku putuskan utk terapi diri dengan self love.
ini jelas hal yg sulit awalnya dan kadang merasa aku tdk cukup baik mendapatkannnya. tp aku pikir lg. aku tdk bersalah apapun. ketika aku salah pun aku meminta maaf. lain dgn ibuku yg masa bodo dan menganggap dirinya paling benar dan selalu hrs dihormat. gila.
aku memang perlu lebih menyayangi diriku. menaikkan lg rasa percaya diri dan harga diriku. semua org berhak bahagia. yg terpenting tidak menyakiti dan merugikan siapa2, apalagi diri sendiri


Ad:2